penyebab website lambat

Ini Dia Penyebab Website Lambat? Berikut Cara Mengatasinya

Artikel

Anda mengalami website lambat? Cari tahu penyebab website Anda lambat jangan sampai faktor ini membuat pengunjung Anda mengalami penurunan bahkan tidak akan kembali lagi.

Pasalnya kecepatan loading website menjadi salah satu penilaian Google ketika menentukan peringkat atau ranking di Google Search Engine Result Page (SERP).

Pada artikel ini akan dibahas penyebab dan cara mengatasi website lambat dengan benar.

Penyebab Website Lambat

Apa saja penyebab website lambat diakses?

1. Performa Server Tidak Otimal

Jika Anda ingin membuat website tentunya diperlukan sebuah server sebagai wadah penyimpanan data sekaligus melayani permintaan data dari pengunjung website.

Jika server yang digunakan tidak optimal maka website akan menjadi lambat. Lalu apa saja faktornya? Anda harus menentukan lokasi server dan jenis server yang digunakan.

Misalkan saja jika Anda mempunyai website yang mayoritasnya pengunjung dari Indonesia bisa gunakan server yang berlokasi di Indonesia, jika servernya berada di luar negeri akan membutuhkan proses load yang lama.

2. Menggunakan  WordPress (CMS) Versi Lama 

WordPress adalah salah satu CMS yang paling populer dikalangan penggunaan pembuatan website karena cukup handal untuk semua jenis website.

Menggunakan versi WordPress lama berakibat buruk. Anda akan melewatkan berbagai perbaikan yang membuat website menjadi lebih cepat. Tidak hanya itu, Anda tidak bisa menikmati fitur terbaru sehingga pengelolaan kurang optimal.

Dari segi keamanan versi terbaru selalu memberikan perlindungan dari serangan hacker atau malwere.

3. Gambar Tidak Teroptimasi

Melampirkan gambar pada halaman website atau pada konten membuat website menjadi lebih menarik. Banyak website yang menggunakan gamabr dengan kualitas terbaik dalam setiap postingan.

Yang tidak disadari adalah sebagai besar gambar tersebut tidak dilakukan optimasi dengan benar bahkan tidak teroptimasi sama sekali.

File gambar yang besar akan memakan bandwidth dan membebani server. Ketika pengunjung mengakses konten berisi berbagai gambar berukuran besar, proses loading akan menjadi lama dan membuat kapasitas menjadi cepat penuh.

4. Terlalu Banyak Plugin

Plugin adalah instrumen penting yang bisa mengoptimalkan kinerja dan tampilan website-mu. Namun, perhatikan juga semakin banyak plugin berarti semakin banyak resource yang diperlukan. Apalagi jika semua plugin berjalan bersamaan menjalankan fungsinya, proses loading website tentu akan lebih lama.

5. Tidak Menggunakan Cache Plugin

Cache berfungsi untuk menyimpan gambar, tulisan, dan flash file yang pernah Anda sisipkan di sebuah website. Sebagai pemilik website, Anda bertanggung jawab untuk memastikan bahwa website-mu tetap cepat diakses. Perhatikan baik-baik, karena Anda akan mengetahui tentang plugin di topik cara mempercepat website di bawah ini.

Selain itu penyebab lainnya adalah Tidak me–minify JSS Script, Terlalu Banyak Iklan, Menggunakan Tema yang “Berat”, Database Terlalu Besar atau Tidak Didukung CDN.

Cara Mengatasi Website Lambat

Setelah mengetahui berbagai penyebab website diakses, bagaimana cara mengatasinya?

1. Lakukan Pengecekan Awal

Sebelum memulai dengan berbagai penanganan website yang lambat, pastikan cek kecepatan website Anda terlebih dahulu.

Anda tidak perlu melakukannya secara manual karena saat ini sudah banyak tools untuk cek kecepatan website secara gratis, seperti Pingdom, GTMetrix, Web Page Analyzer dan lainnya.

2. Menggunakan Server Atau Hosting Yang Tepat

Jika terbukti hasil pengecekan menunjukkan website lambat, Anda bisa memulai dengan memastikan performa server.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, server kadang merupakan sumber masalah utama. Pastikan selalu memilih server hosting yang baik untuk website Anda. Sebab, masing-masing penyedia layanan memiliki kualitas server dan teknologi yang berbeda.

Server yang baik dan teknologi terbaru yang digunakan akan membuat performa website menjadi optimal.

Selain itu, pastikan untuk memilih server yang dekat dengan lokasi pengunjung Anda. Bagi Anda yang mayoritas konsumennya berasal dari Indonesia, pilihlah layanan hosting yang memiliki server berlokasi di Indonesia.

3. Optimasi Gambar

Melakukan optimasi gambar berarti menggunakan gambar dengan kualitas terbaik tanpa membebani website.

Terdapat beberapa cara untuk melakukan optimasi gambar yaitu dengan melakukan kompres, resize, dan memilih format gambar yang tepat.

Saat ini, melakukan kompres gambar bisa dilakukan dengan mudah berkat adanya tools gratis yang tersedia. Tools tersebut bisa Anda gunakan secara online sehingga tidak perlu repot melakukan instalasi. Contohnya adalah TinyPNG, dan ILoveIMG.

Bahkan Anda pun bisa melakukan kompresi otomatis menggunakan plugin WordPress seperti Smush dan lainnya.

Di sisi lain, optimasi dengan cara resize bertujuan membuat gambar yang ditampilkan memiliki ukuran atau resolusi yang tepat. Tidak hanya terkait estetika saja, namun resolusi yang terlalu besar akan menyebabkan proses loading yang lambat.

Yang tidak kalah penting adalah memilih format gambar yang tepat. Saat ini terdapat empat jenis file gambar yang paling populer digunakan untuk website yaitu   PNG, JPG dan GIF yang tersusun dari pixel, dan SVG yang merupakan vektor.

4. Menggunakan Plugin Secara Efektif

Menggunakan plugin adalah cara mempercepat website yang mudah tanpa harus menguasai coding. Fungsinya adalah untuk meningkatkan kinerja website. Ada berbagai jenis plugin berbeda dengan tujuan yang sama. Oleh karena itu, Anda harus pintar-pintar memilih plugin mana yang paling tepat.

5. Perbarui Versi CMS dan Plugin

Jangan lupa untuk selalu memperbaharui versi WordPress dan Plugin terbaru agar meningkatkan performa website. Jika Anda sering lupa Anda bisa mengaturnya update otomatis pada saat penginstallan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *