Media Sosial vs Website

Media Sosial vs Website : Mana Media Online Yang Paling Jitu?

Artikel

Media Sosial VS Website

Media sosial merupakan platform yang paling populer dalam era digital zaman now. Tak hanya untuk urusan pribadi, media sosial juga banyak dipakai dalam urusan bisnis atau usaha, seperti usaha mikro, kecil, dan UMKM di Indonesia.

Kemudahan yang ditawarkan platform media sosial membuat para pemiliki bisnis di Indonesia banyak yang menggunakan akun sosial media sebagai wadah / alat pemasaran produk barang jasa secara digital. Sehingga pertumbuhan penestrasi penggunaan internet di Indonesia naik hingga 196 juta pengguna dilansir dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

Bagi yang menyukai jalan pintas media sosial untuk bisnis mungkin dirasa cukup, tanpa membangun dari laman atau website dari awal. Seberapa efektifkah berjualan melalui sosial media?

Manakah Yang paling Jitu Media Sosial vs Website ?

Media sosial sangat bagus untuk memperluas dan membangun jaringan mitra bisnis, tapi masalahnya adalah banyak perusahaan yang hanya fokus pada sosial media dan tidak memiliki website atau toko online. Pentingkah memiliki website?

1. Website Mempersentasikan Usaha/BisnisΒ 

Dengan website Anda bisa mempersentasikan produk secara detail, logo perusahaan, merek, dan alamat bisnis Anda. Karena website memiliki sifat identik, tidak ada yang sama. Misalkan saja jika mencari nama toko baju banyak toko lain muncul. Namun, jika mencari nama website toko, maka langsung diarahkan ke website toko yang dicari.

2. Update Informasi Yang Terlalu Cepat

Media sosial banyak sekali update dan posting setiap harinya yang dapat menimpa update sebelumnya menjadi tidak terlihat karena posting baru di antara informasi lain, dan tidak menutup kemungkinan informasi yang berasal dari pesaing atau jaringan anda.

Mungkin anda bisa saja memperbaharui posting tersebut setiap saat, tapi apakah anda punya waktu untuk itu?

3. Calon Pelanggan Tidak Menemukan Anda di Google

Kebanyakan calon pelanggan akan menggunakan Google sebagai mesin pencarian produk atau layanan yang mereka cari. Karena Google lebih efisien dibandingkan harus mencari satu-persatu di media sosial.

Google juga memberikan saran ketika memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan apa yang mereka cari, dan kebanyakan hasil pencarian yang muncul adalah alamat-alamat website bukan akun media sosial sekalipun anda menawarkan produk atau layanan terkait.

4. Kurangnya Kepercayaan Konsumen

Calon konsumen tidak mudah mempercayai produk atau jasa yang anda tawarkan melalui media sosial saja. Kebanyakan konsumen lebih percaya terhadap penyedia barang atau jasa yang memiliki website profesional, komunikatif serta memberikan informasi dan kontak yang jelas.

Kesimpulan

Tidak ada salahnya Anda menggunakan sosial media sebagai sarana memperluas dan membangun jaringan. Dengan begitu Anda dapat menggabungkan keduanya sebagai marketing tools yang efektif dan jitu menarik calon konsumen Anda.

Jadi, miliki sekarang jugaΒ website profesionalΒ dan tingkatkan penjualan Anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *